Mengenal Alergi Kacang-kacangan Bersama SehatQ

  • Whatsapp
Mengenal-Alergi-Kacang-kacangan-Bersama-SehatQ
Foto dari Canva Pro

SehatQ selalu memberikan informasi mengenai berbagai hal seputar dunia kesehatan. Baik mengenai info menjaga kesehatan, penyakit-penyakit dan pengobatannya, obat-obatan, tindakan medis, hingga pengetahuan umum mengenai perkembangan dunia kesehatan.

Pada kesempatan kali ini akan dibahas mengenai alergi kacang. Ini merupakan salah satu alergi yang menyiksa pengidapnya, karena reaksi dapat berupa gatal, muntah, bersin, hingga diare. Alergi kacang terjadi karena kekebalan tubuh bereaksi negatif terhadap salah satu jenis makanan, yaitu kacang.

Penyebab, Gejala, dan Pengobatan Alergi Kacang

Alergi kacang biasanya terjadi pada anak-anak. Namun, orang dewasa juga berpotensi mengalami alergi makanan ini. Ketika alergi terjadi, maka harus segera dilakukan pertolongan pertama, yaitu dengan memberikan obat yang mencegah reaksi alergi menjadi syok anafilaktik yang bisa berakibat kematian. Berikut informasi seputar alergi kacang:

1. Penyebab Alergi Terjadi

Tentu saja, tidak ada orang yang ingin memiliki alergi terhadap suatu makanan. Apalagi kacang yang merupakan sumber nutrisi lengkap. Namun, setiap orang memiliki kekebalan tubuh yang berbeda sehingga pada orang-orang tertentu dapat terjadi alergi.

Reaksi sistem kekebalan tubuh yang menganggap kacang merupakan zat berbahaya menimbulkan kemunculan histamin, yaitu senyawa kimia yang dapat menyebar melalui pembuluh darah dan mempengaruhi jaringan tubuh. Alergi dapat terjadi karena:

  • Mengonsumsi kacang atau makanan yang di dalamnya terdapat bahan dari kacang.
  • Menghirup aroma dari kacang.
  • Melakukan kontak fisik dengan kacang atau kulit kacang.

2. Gejala Alergi Kacang

SehatQ mencatat ada berbagai gejala yang diperlihatkan oleh orang yang mengalami alergi kacang, yaitu:

  • Kulit terasa gatal, bengkak, kemerahan, atau muncul ruam.
  • Bibir membengkak.
  • Ada rasa tidak nyaman di bagian mulut dan tenggorokan.
  • Sakit kepala berat.
  • Bersin, hidung tersumbat, dan mata berair.
  • Mengalami kram perut, mual, muntah, dan diare.

Umumnya, gejala mulai terlihat beberapa menit setelah penderita menyentuh, memakan, atau membaui kacang. Apabila penderita mengalami ini harus segera dilakukan pertolongan pertama dengan memberikan obat alergi.

3. Kapan Anda Perlu ke Dokter?

Tidak semua orang mengetahui bahwa dirinya memiliki alergi terhadap kacang. Karena tidak semua penderita langsung mendapatkan gejala serius. Ada penderita yang hanya mengalami gejala ringan dan sering terabaikan.

Akan tetapi, apabila Anda sering mengalami pusing atau gatal-gatal setelah mengonsumsi kacang, maka perlu waspada dan periksakan diri ke dokter apakah ada kemungkinan memiliki alergi kacang atau tidak.

4. Pengobatan Alergi Kacang

Langkah terbaik adalah menghindari kacang-kacangan, baik konsumsi atau menyentuh. Juga menghindari produk turunan dari kacang. Apabila Anda mengalami reaksi alergi minim, seperti gatal dan pusing, coba atasi dengan obat anti alergi seperti Chlorpheniramine, kortikosteroid, salep calamine, dan obat lainnya.

Anda juga bisa berkonsultasi ke dokter dan menyimpan obat anti alergi di rumah dan selalu membawanya ketika bepergian. Biasanya, obat anti alergi menimbulkan rasa kantuk.

Selain menggunakan obat, Anda juga bisa melakukan terapi untuk mengurangi atau menghilangkan alergi kacang. Terapi imunoterapi merupakan salah satu cara yang dapat dilakukan. Anda harus melakukannya dengan bantuan dokter.

Pengobatan ini dilakukan dengan cara memberikan sedikit alergen kepada pasien secara bertahap guna membentuk kekebalan tubuh terhadap zat tersebut. Akan tetapi, pelaksanaan terapi ini memiliki risiko tinggi karena itu banyak dokter tidak menyarankannya.

Ingin mengetahui lebih banyak mengenai alergi yang terjadi pada manusia atau memiliki pertanyaan tentang kesehatan yang belum terjawab? Anda bisa tanya dokter tanpa harus pergi langsung ke klinik atau rumah sakit dan membayar biaya konsultasi mahal. Silakan kunjungi situs SehatQ yang memberikan berbagai informasi dunia kesehatan dan memberikan ruang bagi Anda untuk bertanya langsung pada dokter.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *